Manajemen Budidaya Ayam Potong

BAB I

PENDAHULUAN

 Prinsip dari usaha budidaya ayam pototng broiler adalah bagaimana menghasilkan setiap kilogram daging ayam dengan biaya seefisien mungkin. Karena hampir 70% biaya produksi ditentukan oleh biaya pakan, maka konsentrasi terhadap pemakaian pakan merupakan kunci utama keberhasilan budidaya ayam potong broiler.

Prinsip-prinsip sederhana tentang efisiensi pakan ayam potong broiler:

1.    “Banyak pakan, banyak daging”

Prinsip ini adalah bagaimana kita membuat ayam potong menjadi banyak makan, karena jika konsumsi pakan tinggi pertumbuhan ayam potong lebih cepat dan daging yang dihasilkan lebih banyak.

2.    “Bobot masuk, umur maju”

Jika ayam potong memiliki pertumbuhan yang baik maka pemakaian pakan bisa lebih hemat.

Sebagai contoh:

Berat ayam potong 1,8 kg standart dicapai pada umur 35 hari. Jika pertumbuhan lebih baik, berat tersebut dapat dicapai pada umur 33 hari dan pakan bisa dihemat selama dua hari.   Misal populasi ayam 5.000 ekor dan pada umur tersebut per hari rata-rata menghabiskan 17 sak pakan, maka jumlah pakan yang bisa dihemat adalah 34 sak. Jika harga pakan      Rp 212.500 per sak, total biaya pakan yang bisa dihemat adalah Rp 7.225.000.

 3.    “Daging ayam potong yang dihasilkan per sak pakan”

Seberapa efisien penggunaan pakan untuk menghasilkan daging ayam potong bisa dikelompokkan menurut tabel di bawah ini:

Daging yang dihasilkan

tiap 1 sak pakan (kg)

Kategori

> 33 Sangat bagus
32 – 33 Bagus
30 – 31 Sedang
28 – 29 Jelek
< 28 Sangat jelek

 

BAB II

PERSIAPAN KANDANG

A.        PENCUCIAN PERALATAN KANDANG

  • Tempat pakan dan tempat minum ayam potong dikeluarkan dari kandang kemudian dicuci dengan detergen lalu dibilas. Selanjutnya direndam dalam larutan desinfektan dan ditiriskan (jangan dijemur, cepat rusak). Bila perlu gallon dan selang minum direndam dalam larutan asam sitrat (sitrun) 100-300 gram per 100 liter air selama 12 jam, kemudian bilas sampai bersih.
  • Pipa, selang, dan tower dibersihkan dengan larutan asam sitrat 100-300 gram per 100 liter air. Caranya, isi penuh tower dengan larutan asam sitrat, buka ujung pipa/selang sampai larutan mengalir ke ujung, lalu tutup ujung pipa/selang tersebut dan diamkan selama    12 jam. Setelah itu bilas dengan air bersih, dan pastikan dinding tower dan dinding pipa/selang bersih dari segala jenis kotoran (sisa obat, lumut, lendir, dsb).
  • Chick guard atau penyekat DOC dicuci dengan desinfektan lalu dibilas sampai bersih.
  • Tirai dinding, tirai plafon, tirai sekat, tirai alas (cover slat), tirai bawah direndam dan dicuci dengan detergen, dibilas sampai bersih kemudian didesinfeksi.

B.        PENCUCIAN KANDANG AYAM

    • Buang seluruh kotoran ayam potong dari dalam kandang ke tempat yang jauh, kerok semua gumpalan kotoran ayam potong yang masih melekat pada bagian-bagian kandang ayam potong.
    • Untuk kandang ayam potong  yang banyak kutu dan serangga, gunakan insektisida terlebih dahulu sebelum melakukan pencucian kandang.
    • Basahi lantai/slat dan dinding kandang ayam potong   dengan larutan detergen 1 kg per 100 liter air dan diamkan selama 1 jam (supaya mudah dicuci).
    • Sikat dan cuci seluruh bagian kandang ayam potong, kemudian bilas dengan air bersih sampai tidak ada kotoran ayam potong yang tersisa.
    • Setelah semua bagian kandang bersih, bersihkan rumput dan semak di sekitar kandang ayam potong  agar tidak menjadi sarang penyakit.
    • Untuk lantai tanah, tanah di bawah kandang panggung dan parit sekitar kandang ayam potong disiram dengan larutan soda api 2 kg per 100 liter air (gunakan gembor plastik, jangan menggunakan sprayer karena soda api bersifat korosif).
    • Lantai dan dinding kandang dikapur dengan dosis 1 kg untuk 10 m2 lantai postal atau  untuk 15 m2 slat dan panggung.
    • Lakukan pemasangan tirai kandang ayam potong, baik tirai luar maupun tirai dalam (tirai brooding termos jangan sampai bocor, terutama bagian bawah).
    • Seluruh peralatan kandang yang sudah bersih dimasukkan ke dalam kandang. Setelah itu lakukan desinfeksi secara menyeluruh dengan formalin (5 liter formalin 40% dalam 95 liter air) kemudian kandang diistirahatkan minimal 14 hari.
    • Selama masa istirahat kandang, lakukan servis terhadap pemanas serta inspeksi pada seluruh sarana penunjang (sumber air, bak air, instalasi listrik, dsb).
  1. C.         PERSIAPAN SEBELUM DOC DATANG
  • Taburkan sekam secara merata ke seluruh permukaan lantai dengan ketebalan 3-5 cm.
    • Tempat pakan, tempat minum, chick guard, lampu dan pemanas harus sudah terpasang 2 hari sebelum DOC ayam potong datang.
    • Tinggi chick guard yang disarankan 40-50 cm, terbuat dari seng, kayu, atau bambu (berbentuk jeruji atau anyaman).
    • Letakkan pemanas di tengah chick guard dengan ketinggian 1.25 meter, perhatikan arah panas dan temperatur.
    • Pemakaian koran disarankan hanya 1 lapis di atas litter (sekam), dan hanya dipakai pada hari pertama saja.
    • Intensitas cahaya minimal 20 lux, kurang lebih setara dengan 10 watt SL/TL atau           60 watt lampu pijar per chick guard pada ketinggian 170 cm.
    • Sediakan celupan kaki dan hand sprayer berisi larutan desinfektan untuk petugas kandang dan tamu yang keluar masuk lokasi kandang ayam potong.
    • Setelah semua persiapan selesai, lakukan penyemprotan ke seluruh bagian kandang termasuk peralatannya dengan menggunakan desinfektan yang disarankan.

 

Tempat pakan dan tempat minum

Jenis Umur Perbuah Untuk
Feeder tray (nampan)Tempat pakan gantung 5 kg

Tempat pakan gantung 10 kg

 

Tempat pakan gantung 5 kg

Tempat pakan gantung 10 kg

 

Tempat minum otomatis

Tempat minum manual

 

Tempat minum otomatis

Tempat minum manual

0 – 3 hari4 – 7 hari8 – 10 hari11 – 15 hari

11 – 15 hari

 

16 – panen

16 – panen

 

0 – 10 hari

0 – 10 hari

 

11 – panen

11 – panen

80 ekor60  ekor40  ekor30 – 35 ekor

35 – 40 ekor

 

20 – 25 ekor

30 – 35 ekor

 

100 – 120 ekor

60   – 80   ekor

 

60 – 80 ekor

30 – 35 ekor

Pemanas

Jenis Pemanas

Jumlah DOC

(Musim Panas)

Jumlah DOC

(Musim Dingin)

Diameter

Chick Guard

Pemanas gasSemawarBatu baraDrum (grajen/kayu) 700 – 800600 – 700600 – 700700 – 800 600 – 700500 – 600500 – 600600 – 700 4 meter3.5 meter3 meter4 meter

D.        CHICK-IN

      • Nyalakan pemanas minimal 2 jam sebelum DOC tiba (pre-heating), agar temperatur brooding sudah cukup stabil saat DOC ayam potong masuk dan liter sudah menjadi hangat.
      • Siapkan pakan dan air minum dalam brooder sebelum DOC ayam potong tiba. Air minum yang disarankan adalah air gula 2-3% (20-30 gram gula merah per liter air minum).
      • DOC yang jelek atau cacat langsung dikeluarkan, sedangkan yang lemah dapat dibantu minum dengan cara mencelupkan ujung paruh ke dalam air gula.
      • Amati penyebaran dan tingkah laku anak ayam dalam chick guard. Setelah DOC dipastikan dalam kondisi nyaman, lakukan evaluasi crop fill:

 

Setelah 6 jam ditebar, minimal 80% tembolok berisi pakan dan air.

Setelah 12 jam ditebar, 100% tembolok harus berisi pakan dan air.

 

      • Apabila tembolok ayam potong terlalu keras, berarti ayam kurang minum.

Amati temperatur dan ketersediaan air minum.

      • Apabila tembolok terlalu encer, berarti ayam kurang makan.

Amati temperatur dan ketersediaan pakan.

      • Apabila tembolok kosong!

Amati situasi brooding secara menyeluruh, terutama temperatur dan pencahayaan. Apabila diperlukan chick guard bisa diketuk secara perlahan-lahan agar anak ayam aktif makan dan minum.

 

BAB III

PERIODE STARTER

A.        PAKAN DAN AIR MINUM

      • Selama 3 hari pertama anak ayam harus dipaksa untuk aktif makan dan minum, bisa dibantu dengan cara mengetuk chick guard secara perlahan-lahan atau pakan diberikan sesering mungkin.
      • Pakan yang tersisa dikumpulkan dan diayak untuk diberikan kembali pada ayam, tetapi jangan dicampur dengan pakan baru. Tempat pakan harus selalu dibersihkan sebelum pakan ayam potong  yang baru diberikan.
      • ayam potong Mulai umur 2 hari tempat minum harus digantung, dan setiap hari tingginya disesuaikan setinggi punggung ayam.
      • ayam potong Pada umur 8 hari tempat pakan gantung mulai diperkenalkan. Diharapkan pada umur 10 hari ayam sudah mengenal tempat pakan gantung, dan paling lambat umur 12 hari semua tempat pakan harus sudah digantung.
      • Selepas masa brooding ayam potong, pakan diberikan minimal 2 kali sehari dengan tempat pakan diatur setinggi tembolok ayam.
      • Jika menggunakan tempat minum otomatis (bell drinker), perhatikan level air sbb:

-       Umur kurang dari 10 hari, permukaan air 0.6 cm di bawah bibir drinker.

(supaya terjangkau dan mudah diminum ayam kecil)

-       Umur lebih dari 10 hari, permukaan air 0.6 cm dari dasar drinker.

(supaya tidak mudah tumpah dan tetap terjangkau ayam besar)

-       Piringan tempat minum dibersihkan setiap pagi dan sore, sisa air dibuang.

 

Jenis DOC

Feed Intake

(Minggu I)

Body Weight

(Minggu I)

Deplesi

PlatinumGoldSilver 160150140 > 170 gr> 160 gr> 150 gr 0.5%0.7%1.5%

B.        PELEBARAN SEKAT

      • Mulai umur 3 hari dilakukan pelebaran secara bertahap mengikuti kondisi ayam potong Pelebaran harus diikuti dengan penambahan serta pengaturan tempat pakan/minum. Posisi pemanas diatur sedemikian rupa agar penyebaran panas bisa merata.
      • Sebagai acuan, pelebaran chick guard diatur sebagai berikut:

Umur (Hari)

Ekor/m2

1 60 – 65
3 40 – 45
6 25 – 30
8 20 – 25
10 15 – 20
14 10 – 15
18 8 – 10
>18 8 (full house)

 

NB: Pelebaran di atas merupakan acuan standart,

pada prakteknya harus disesuaikan dengan kondisi ayam

 

 

C.         PEMANAS DAN LITTER

Sebaiknya di setiap brooder disediakan thermometer ruang untuk memantau suhu, akan tetapi pengamatan terhadap kondisi kenyamanan ayam yang paling tepat adalah dengan melihat perilaku ayam potong itu sendiri (bahasa ayam).

      • Pemanas dinyalakan setidaknya sampai umur 14 hari, kondisi dingin bisa diperpanjang. Bila ayam kepanasan, pemanas dapat dimatikan dengan tetap memperhatikan penyebaran dan kondisi ayam potong dalam chick guard.
      • Litter yang digunakan harus kering dan sudah didesinfeksi sebelumnya. Formalin bisa digunakan untuk tujuan tersebut (5 liter formalin 40% dalam 95 liter air).

1. Untuk kandang panggung

      • Penggantian litter disarankan dilakukan pada umur 8-10 hari. Pembukaan cover slat dapat dimulai pada umur 18 hari untuk daerah panas dan 21 hari untuk daerah dingin.
      • Dengan tetap mempertimbangkan kondisi litter, pembukaan cover slat dapat diundur jika cuaca benar-benar sangat dingin.
      • Pembukaan cover slat dilakukan secara bertahap mulai dari 25%, 50%, 75%, hingga terbuka semua. Saat pembukaan cover slat, tirai samping bawah (sarung) harus sudah terpasang.

 2. Untuk kandang ayam potong  postal dan double deck.

      • Ketebalan litter minimal 3-5 cm, penggantian litter mengikuti jadwal sbb:

 

Umur (hari) 8-10 16-17 21-25 28-dst
Penggantian litter Ganti 100% Ganti yang menggumpal Ganti 100% Tabur

 

      • Setelah umur 25 hari litter cukup ditabur dan diambil yang menggumpal saja. Penggantian litter dilakukan secara perlahan-lahan, dengan tahapan sbb:
      • Setelah pengerukan dan penggantian liter selesai, posisi ayam dapat digeser ke arah liter baru dan lakukan penggantian pada sisi berikutnya.

E.         VENTILASI

1. Masa brooding

Urutan pembukaan tirai apabila temperatur brooding terlalu panas adalah sbb:

Buka tirai plafon –> Buka tirai dalam mulai dari atas ke bawah –> Bila masih terlalu panas bisa ditambah bukaan pada tirai luar pada sisi yang berlawanan dengan arah angin, juga dari atas ke bawah –> Bila suhu mulai dingin, urutan penutupan tirai dilakukan sebaliknya.

2.  Selepas masa brooding

Pembukaan tirai samping harus dimulai dari atas ke bawah dengan pengaturan sbb:

Buka terlebih dahulu tirai yang berlawanan dengan arah angin. Pembukaan dilakukan secara bertahap dengan melihat kondisi ayam potong. Jika pembukaan tirai samping dirasa belum cukup, bisa dilanjutkan pembukaan tirai bawah (buka dulu tirai yang berlawanan dengan arah angin, dibuka dari bawah ke atas).

F.         PENCAHAYAAN

      • Sebagai patokan praktis, untuk setiap chick guard minimal diberi 10 watt SL/TL atau    60 watt lampu pijar dengan ketinggian 170 cm, selanjutnya ditambah sesuai kebutuhan.
      • Jika siang hari cuaca gelap, lampu harus dinyalakan agar feed intake dan water intake tidak terganggu.
      • Mulai umur 4 hari, pada malam hari perlu dibuat suasana gelap 1-2 jam untuk produksi hormon pertumbuhan (melatonin) dan sebagai antisipasi jika suatu saat terjadi lampu padam tiba-tiba agar ayam tidak mati numpuk.

berlanjut disini,,, klik disini      

2 thoughts on “Manajemen Budidaya Ayam Potong

  1. I just like the valuable information you provide on your articles. I will bookmark your blog and take a look at again right here regularly. I’m quite certain I’ll be told many new stuff proper right here! Good luck for the following!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>